Profesor Termuda Asal Indonesia, Berjaya di Luar Negeri

agus pulung sasmita,profesor termuda,profesor asal indonesia,profesor termuda asal indonesiaAgus Pulung Sasmito biasa di panggil Agus, merupakan anak bangsa yang memiliki nama di luar negeri. Seperti dilansir dari situs news.okezone.com Agus berhasil menjadi profesor (asisten) di Mc-Gill University, Kanada. McGill University merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Kanada yang menduduki peringkat ke-21 dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia dan kedua di Kanada versi QS World University Rangkings 2013.

Lahir di Wonosobo, Jawa Tengah 30 tahun lalu. Karier moncer pemuda yang lebih suka dipanggil Agus ini berhasil diraihnya dalam usia yang tergolong muda. Agus memegang peranan penting di kampus yang sangat dikenal dengan kualitas penelitiannya itu.

Selain mengajar, Agus yang merupakan profesor termuda dan terbaru di Jurusan Teknik Pertambangan dan Material McGill University, juga dipercaya memegang kendali di laboratorium mine ventilation, energy, and environment di kampusnya. Dia merupakan satu-satunya ahli dalam bidang keselamatan penambangan bawah tanah dan sistem energi hidrogen di kampus tersebut.

Pria kelahiran Wonosobo, 1983 ini mengaku saat ini sangat menikmati pekerjaan yang baru dijalankan sejak Januari 2014 lalu itu, karena mendapatkan banyak tantangan. Selain itu, di laboratorium penelitian yang sedang dirintisnya, dia mengaku bisa menyalurkan dan mengembangkan keahlian dalam bidang yang digelutinya.

Sebelum menjadi profesor di McGill University, pria yang masih lajang ini mengajukan lamaran professorship di tiga universitas berbeda pada saat bersamaan, yakni di McGill University; Khalifa University, Abu Dhabi; dan Aalto University, Finlandia.

“Ketiga-tiganya diterima. Saya memilih di sini karena reputasi dan ranking kampusnya lebih bagus, lebih jelas, dan di sini penelitian sangat dihargai. Padahal kalau mau di Abu Dhabi, saya ditawari gaji tiga kali lipat,” tutur lulusan SMAN 1 Wonosobo ini. Agus meraih gelar S-3 di National University of Singapore (NUS) jurusan Teknik Mesin melalui program direct PhD (langsung dari S-1 ke S-3, tanpa melalui S-2) setelah mendapatkan beasiswa dari ASEAN University Network (AUN/SEED-Net) & NUS Research Scholarship.

Agar tetap berkontribusi terhadap Indonesia, Agus berniat untuk mengundang putraputri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi peneliti di laboratorium penelitian mine ventilation, energy, and environment yang dipimpinnya saat ini.

Artikel Lain

Leave a Comment