Pemrograman Berorientasi Objek

Sebelum kita membahas Pemrograman Berorientasi Objek / Object Oriented Programming (OOP) coba kita melihat cara pemrograman yang dulu sudah pernah dipelajari, yaitu pemrograman Tersetruktur.

Kalau kita berbicara tentang pemrograman terstruktur secara adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis, dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami, sedangkan pemrograman berorientasi object adalah paradigma pemrograman yang memandang sistem yang akan dibangun berdasarkan objek objek yang terlibat dan interaksinya dalam sistem.

Sistem dibangun dengan membuat objek objek dan menginteraksikannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, dengan kata lain Program adalah serangkaian object yang berinteraksi untuk menyelesaikan suatu masalah.

Gambar Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman Berorientasi Objek

Jadi banyak sekali paradigma yang bisa kita gunakan dalam menyelesaikan masalah dalam pemrograman, sekarang paradigma pemrograman berorientasi object yang sering digunakan oleh programer. Pemrograman berorientasi object berputar pada konsep dari obyek yang merupakan elemen dasar dari program.

Ilustrasi Pemrograman Berorientasi Objek

  • Objek mobil mempunyai atribut tipe transmisi, warna dan manufaktur, mobil juga mempunyai tingkah laku berbelok, mengerem dan berakselerasi.
  • Cara yang sama pula kita dapat mendefinisikan perbedaan sifat dan tingkah laku dari singa.
Gambar Ilustrasi PBO
Ilustrasi PBO
  • Pada perangkat lunak, menggunakan atribut sebagai data dan tingkah laku sebagai method.

Sekarang kita bahas komponen dasar dalam pemrograman berorientasi objek :

  1. Class

Kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing.

Lihat Juga: Pengenalan dan Implementasi Class

Dalam pemrograman class adalah struktur dalam program yang berisi satu atau beberapa metode (dapat berupa fungsi dan/atau prosedur) dan atribut (dapat berupa data ataupun variabel yang akan dioperasikan dalam metode), dengan demikian atribut merupakan anggota kelas yang bersifat statis, sedangkan metode merupakan anggota kelas yang bersifat dinamis.

  1. Object

Secara definisi bahwa yang dimaksud dengan Object adalah sekumpulan data (atribut) yang disebut variabel untuk menjabarkan karakteristik khusus dari obyek, dan juga terdiri dari sekumpulan method yang menjabarkan tingkah laku dari obyek, bisa dikatan juga bahwa object adalah sebuah perangkat lunak yang berisi sekumpulan variabel dan method yang berhubungan. Sebuah obyek adalah sebuah instance (keturunan) dari class.

Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan bahwa hubungan antara class dan object yaitu, Class adalah suatu template/blueprint/rancangan dari object yang akan dibuat dan Object adalah sesuatu yang diciptakan dari Class.

Contoh Analogi lain:
Class = cetakan kue
Object = kue-nya

Gambar Analogi PBO
Analogi PBO

Dalam pemrograman hubungan class dan object bisa kita misalkan, kita memiliki sebuah class mobil dimana dapat digunakan untuk medefinisikan beberapa obyek mobil. Pada tabel dibawah, mobil A dan mobil B adalah obyek dari class mobil. Class memiliki field nomor, plat, warna, manufaktur dan kecepatan yang diisi dengan nilai pada obyek mobil A dan mobil B. Mobil juga dapat berakselerasi, berbelok dan melakukan rem.

Gambar class dan object
Class dan Object

Dalam mempelajari Pemrograman berorientasi object kita harus mengerti dengan istilah-istilah sebagai berikut :

  1. Class
  2. Object
  3. Atribut
  4. Teori Method (Procedure dan Function)
  5. Constructor
  6. Package
  7. Enkapsulasi (Encapsulation)
  8. Abstraksi
  9. Pewarisan (Inheritance)
  10. Polimorfisme (Polymorpishm)
  11. Interface
  12. Keywords (this, super, final dan static)
  13. Method overloading dan Method overriding

Artikel Lain

Leave a Comment