Otaknya Jalan-Jalan

Otak Jalan

Otaknya jalan-jalan, apa maksud dengan judul ini? Masak otak bisa jalan-jalan seperti halnya orang-orang jalan-jalan pagi setiap hari minggu di UGM atau sering kita sebut “jalan-jalan di sunmor”. Memang menyenangkan kita pagi-pagi ke sunmor buat olahraga, belanja dan sering yang dilakukan muda-mudi yaitu “cuci mata”.

Dari judul tersebut mungkin banyak yang bertanya-tanya maksudnya apa kok “otaknya jalan-jalan”, saya pernah membaca buku yang ditulis oleh Masjoen dan Pak Nur yang berjudul “NJ Model On The Street”, dalam bukunya ada pembahasan tentang “membelah otak”. Saya juga penasaran tentang apa maksud dari membeah otak?. Pembahasan membelah otak yang masjoen maksud adalah “memikirkan beberapa hal atau memecahkan beberapa masalah dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan. Fisik boleh dalam sebuah tempat atau organisasi, akan tetapi pikiran kita dapat kita pecah dalam berbagai hal agar potensi kita dapat secara optimal kita keluarkan”, kita maksimalkan agar otak kita bekerja bersama-sama mengerjakan pekerjaan yang berbeda, istilah ngetrendnya komputer itu multitasking seperti otak processor sekarang sudah sampai corenya banyak.

Maksud dari judul yang saya tulis “otaknya jalan-jalan” bukan otak kita kemudian kita lepas dari kepala kita terus kita ajak jalan-jalan seperti manusia jalan dengan kakinya, tetapi kita harus lebih sering kembangkan pikiran kita melihat apa yang ada bisa kita pikirkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita maupun orang lain. Dalam berpikir kita tidak harus mengambil momen penting fokus menyepi sendirian, tetapi setiap kapanpun kita harus bisa menyelakan waktu untuk berpikir bahwa ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk diri kita dan juga bagi orang lain.

Otak kita harus dibiasakan untuk jalan-jalan, harus bisa mengerjakan berbagai tugas bersamaan, setiap waktu harus berpikir tidak hanya waktu duduk diam, tapi dimanapun harus bisa berfikir, waktu jalan, dikamar mandi, atau dimanapun sebisa mungkin berfikir untuk mencari peluang apa yang ada di sekitar kita sehingga bisa bermanfaat bagi kita maupun orang lain.

Sering saya lakukan berpikir seperti itu, bahkan waktu berkendara pun saya sering berpikir apa yang bisa saya jadikan hal yang bermanfaat, sebenarnya itu tidak baik, karena saat naik kendaraan itu harus fokus terhadap kondisi di jalan.

Itu yang sering saya lakukan, hargailah waktu berhargamu jadikan waktu berhargamu untuk sesuatu yang bermanfaat. Kalau yang sering anda lakukan apa?

Artikel Lain

Leave a Comment