Ada Apa Dengan Kurikulum 2013

Ada Apa Dengan Kurikulum 2013, seperti judul film yang naik daun pada waktu itu “Ada Apa Dengan Cinta”, diperankan oleh artis papan atas Dian Sastro Wardoyo dan Nicholas Saputra, seperti halnya film tersebut ada apa sekarang dengan kurikulum 2013. Banyak masyarakat beragumen tentang kurikulum yang sekarang digunakan oleh adik-adik kita ini, ada yang setuju dengan kurikulum yang sekarang berjalan dan ada juga yang tidak setuju dengan kurikulum yang sekarang dipakai oleh guru-guru.
Gambar Kurikulum 2013
Kurikulum di Indonesia dari dulu sampai sekarang sudah banyak sekali ada perubahan, mungkin bisa dikatakan kalau berganti Menteri ya ganti kurikulum pendidikan juga. Masyarakat dibingungkan dengan kondisi pendidikan di Indonesia, kurikulum sering berganti tapi kualitas pendidikan tetap tidak ada kemajuan yang signifikan, dibandingkan dengan Negara tetangga yang bisa dikatakan satu rumpun dengan Negara kita yang semakin berkembang kualitas pendidikannya.
Banyak yang memberitakan sekarang bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan ada wacana kurikulum 2013 dihentikan, diberitakan bahwa Anies Baswedan menugaskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.
“Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015,” kata Anies di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).
Sedikit kita melihat tujuan dari kurikulum 2013 seperti dilansir dari situs guru.or.id bahwa kurikulum 2013 mempunyai tujuan pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Sebenarnya kurikulum 2013 mempunyai tujuan yang bagus untuk perkembangan anak bangsa, tetapi masih banyak yang diragukan salah satunya tidak semua guru siap mengajarkan kurikulum ini, infrastruktur yang mendukung kurikulum 2013 belum baik dan siswa itu sendiri yang menjalankan kurikulum 2013 apakah semua siswa bisa cepat beradaptasi mengikuti mekanisme kurikulum 2013 ini.
Sebagai masyarakat kita hanya punya harapan bahwa pendidikan di Indonesia semoga lebih baik, kurikulum apapun sebaiknya dipersiapkan sebelumnya dengan matang dan sesuaii dengan kondisi atmosfer system pendidikan di Indonesia.

Artikel Lain

Leave a Comment